Kitab Anti-Wahabi Dikaji di Pesantren An-Nahdliyah

MALANG - Selama bulan Ramadhan 1434 H ini, Pondok Pesantren An-Nahdliyah Kepuharjo Karangploso Malang, Jawa Timur menggelar pasaran (ngaji kilat). Dari 5 kitab yang dikaji, 2 diantaranya penguatan Aswaja An-Nahdliyah.

Dua kitab penguatan Aswaja adalah Al-Masa’il fi al-Radd ‘ala Aqwaali al-Wahabiyyah (Permasalahan-permasalahan dalam menolak pendapat-pendapat kaum Wahabi) dan Ahlussunnah wa Khashaisuhum wa Ahlul Bid’ah (Ciri Khas Ahlissunnah Wal Jamaah dan ciri-ciri Ahlil Bid’ah).

Selain itu dikaji pula kitab Al Masaa’il Fi Al-Ihdzaar ‘ala Hizbi Al-Tahrir (pokok-pokok masalah mengapa harus berhati-hati, menjaga jarak, dengan Hizbu Tahrir); Asraaru Al-Shalah (Rahasia-rahasia Shalat); dan Innama Ya’muru Masaajida Allahi (hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah).

Kelima kitab tersebut disusun KH Ahmad Yasin bin Asmuni dari Ponpes Hidayatut Thullab, Desa Petuk Semen Kediri Jawa Timur. Kitab-kitab tersebut akan dibacakan beberapa ustadz di Pondok Pesantren yang diasuh KH Moh Mansur, Rais PCNU Kabupaten Malang.

Kegiatan rutin Pesantren An-Nahdliyah tersebut, selain diikuti para santri yang dari dalam pesantren, juga menerima santri dari luar.

Pengajian akan dilaksanakan mulai hari Rabu, 17 Juli 2013 sampai 31 Juli 2013. Pengajian kilatan dilaksanakan dalam dua sesi setiap harinya, yakni ba’da jamaah Shalat dhuhur dan ba’da jamaah Shalat Ashar.


Redaktur    : Abdullah Alawi 
Kontributor: Ahmad Nur Kholis

Silahkan berkomentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan menjaga tatakrama (sopan santun). Mari kita junjung tinggi Akhlaqul Karimah. Cantumkan Identitas dengan jujur. Terima kasih atas pengertian Anda.

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال