BALIKPAPAN – Juru Sembelih Halal Nahdlatul Ulama (JUSHNU) Kota Balikpapan menggelar pertemuan dan rapat evaluasi organisasi pada Selasa malam, 27 Oktober 2026, setelah salat Isya. Kegiatan berlangsung di kediaman Ust. Shamdani, kawasan Jalan Pertamina, Karang Anyar, Balikpapan.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua JUSHNU Balikpapan, Ust. Ahmad Kusyanto. Pertemuan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program dan penguatan koordinasi antar-pengurus JUSHNU Kota Balikpapan.
Sejumlah agenda dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari pembagian tugas pengurus, optimalisasi bidang-bidang organisasi, pengembangan program dakwah dan edukasi penyembelihan halal, hingga peningkatan keaktifan anggota dalam kegiatan di Rumah Potong Hewan (RPH).
Perkuat Koordinasi dan Pembagian Tugas Pengurus
Dalam rapat, ditekankan pentingnya pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing pengurus. Setiap bidang diharapkan dapat menjalankan
program sesuai amanah organisasi serta membangun koordinasi yang baik dengan ketua dan sekretariat.
Pengurus juga didorong untuk lebih aktif berkomunikasi dan saling mendukung dalam menjalankan kegiatan. Evaluasi terhadap bidang-bidang organisasi menjadi bagian dari upaya memperbaiki kinerja dan memastikan program JUSHNU berjalan secara terarah.
Selain itu, momentum peringatan hari-hari besar, seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Santri Nasional, menjadi bahan evaluasi agar JUSHNU dapat lebih aktif mengambil bagian dalam kegiatan organisasi dan kemasyarakatan.
Penguatan Dakwah dan Edukasi Penyembelihan Halal
Dalam bidang dakwah dan edukasi, rapat membahas perlunya penyusunan silabus atau materi edukasi secara berkala. Kegiatan edukasi direncanakan dapat dilaksanakan dengan tema-tema yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait fikih penyembelihan, praktik penyembelihan yang sesuai syariat, serta aspek kebersihan dan keamanan.
Program edukasi diharapkan tidak hanya menyasar anggota JUSHNU, tetapi juga dapat menjangkau para ustaz, dai, takmir masjid dan musala, serta masyarakat di berbagai wilayah Balikpapan.
JUSHNU juga membuka peluang untuk memenuhi permintaan edukasi dari masjid, musala, maupun lembaga masyarakat lainnya. Perluasan kegiatan di luar Balikpapan, seperti ke Samarinda dan Penajam Paser Utara, turut menjadi bagian dari pembahasan pengembangan program.
Tingkatkan Keaktifan Anggota di Rumah Potong Hewan
Kegiatan di Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat. Anggota diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif, sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan RPH secara rutin setiap bulan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana praktik penyembelihan, tetapi juga ruang untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat kebersamaan, dan membangun budaya kerja yang profesional.
Materi praktik dapat disesuaikan dengan kebutuhan anggota, termasuk teknik penyembelihan, penggunaan peralatan, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Rapat juga menegaskan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) ketika bertugas di RPH. Perlengkapan seperti sepatu keselamatan, helm, apron, dan sarung tangan perlu menjadi perhatian demi menjaga keselamatan serta kenyamanan anggota selama bekerja.
Untuk mendukung tertib administrasi, akan disusun formulir daftar hadir kegiatan RPH yang memuat nama anggota, tanggal kegiatan, kontribusi, keterangan, dan tanda tangan. Formulir tersebut akan diperbanyak dan dibagikan kepada koordinator, kemudian dikumpulkan kembali untuk direkap dan diarsipkan.
Pembenahan Administrasi dan Pendataan Anggota
Rapat turut membahas pembenahan administrasi keanggotaan, termasuk pendataan anggota dan tindak lanjut penerbitan kartu tanda anggota (KTA).
Sekretariat akan mengoordinasikan proses pendataan dan pengisian data anggota agar informasi keanggotaan dapat tersusun secara lebih tertib. KTA diharapkan dapat menjadi identitas resmi anggota sekaligus mendukung penguatan kelembagaan JUSHNU.
Selain administrasi keanggotaan, rapat juga menyoroti pentingnya pengelolaan perlengkapan organisasi. Peralatan yang dimiliki perlu dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan pelatihan, edukasi, dan pengembangan program organisasi.
Rancang Program Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi
Sebagai tindak lanjut penguatan kapasitas anggota, JUSHNU membahas rencana pelaksanaan pelatihan, di antaranya pelatihan asah bilah atau pengasahan pisau yang direncanakan pada Desember 2026 atau Januari 2027.
JUSHNU juga merencanakan kegiatan edukasi dan pelatihan menjelang Iduladha 1448 H, termasuk penyusunan proposal kegiatan serta penjajakan dukungan dari berbagai pihak.
Program pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kompetensi anggota, memperluas manfaat organisasi, dan memperkuat peran JUSHNU dalam mendukung penyembelihan yang halal, aman, higienis, dan profesional.
Perkuat Komitmen dan Keberlanjutan Program
Melalui rapat evaluasi dan silaturahmi ini, JUSHNU Kota Balikpapan berkomitmen untuk memperkuat koordinasi internal, membenahi administrasi, serta mengoptimalkan pelaksanaan program dakwah dan edukasi penyembelihan halal.
Evaluasi dan perencanaan program diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing bidang sehingga kegiatan organisasi berjalan lebih terstruktur dan memberikan manfaat yang luas bagi anggota maupun masyarakat.
JUSHNU Kota Balikpapan terus berupaya menghadirkan penyembelihan yang halal, ihsan, dan higienis, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia juru sembelih halal di Kota Balikpapan. [4bd]
