BALIKPAPAN – Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dan pondok pesantren dalam membangun karakter bangsa, memperkuat keimanan, serta menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan peringatan Hari Santri yang diselenggarakan di Kota Balikpapan.
Kegiatan diawali dengan istighatsah, pembacaan Surah Yasin, dan tahlil bersama. Suasana khidmat semakin terasa ketika seluruh peserta melanjutkan rangkaian acara dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Ya Lal Wathan, dan Shalawat Badar.
Ketua Panitia, Ustadz Miftahul Ulum, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap peringatan Hari Santri dapat menjadi sarana mempererat ukhuwah serta meningkatkan semangat khidmah santri dan warga Nahdlatul Ulama.
Kemenag: Pesantren Berperan Besar dalam Membentuk Karakter Bangsa
Dalam sambutannya, Kepala Kementerian Agama Balikpapan H. Masrivani, S.Ag., M.H. menegaskan besarnya peran Nahdlatul Ulama dalam perjuangan bangsa Indonesia, termasuk dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya pendidikan pesantren.
Menurutnya, pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan terbaik yang memiliki kemampuan besar dalam membangun karakter bangsa. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kehidupan keagamaan dan kebangsaan.
Sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan pesantren, Kementerian Agama menghadirkan Direktorat Pondok Pesantren yang secara khusus berperan dalam mendukung penguatan pendidikan pesantren di Indonesia.
Ia juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri telah memberikan warna positif bagi kehidupan masyarakat Kota Balikpapan, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.
Wakil Wali Kota: Santri Harus Unggul dalam IPTEK dan Ketakwaan
Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan perjuangan saat ini menuntut peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang harus senantiasa disertai dengan ketakwaan kepada Allah SWT.
Santri diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk persoalan disintegrasi dan disinformasi yang dapat mengganggu persatuan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya mengedepankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadikan pondok pesantren sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan.
“Diharapkan pondok pesantren menjadi yang terdepan dalam menjaga kehidupan yang harmonis,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia berharap Kota Balikpapan senantiasa berada dalam keadaan aman, damai, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat terus hidup berdampingan dalam suasana yang harmonis.
Ketua PCNU: Santri adalah Mereka yang Pernah Mengaji
Puncak acara diisi dengan mauidlah hasanah yang disampaikan oleh Ketua PCNU Kota Balikpapan KH. Muhammad Muslikh Umar. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan makna dan definisi santri dalam perspektif keagamaan.
Menurutnya, santri tidak semata-mata terbatas pada mereka yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Santri juga mencakup setiap orang yang pernah belajar mengaji dan memiliki keterikatan dengan ilmu agama.
Santri adalah mereka yang berpegang teguh kepada Allah SWT serta mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi yang beriman, berakhlak, dan senantiasa mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kesantrian tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan di pesantren, tetapi harus terus hidup dalam pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa syukur yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Balikpapan KH. Imam Taufiq Sachrul. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar para santri, pesantren, dan seluruh warga Nahdlatul Ulama senantiasa mendapatkan keberkahan serta mampu terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan bangsa dan keharmonisan masyarakat.
Peringatan Hari Santri ini menjadi pengingat bahwa santri memiliki tanggung jawab besar untuk terus merawat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
NU Balikpapan Media
Link Foto : https://drive.google.com/drive/folders/1oMpHqdVBmL6YLYqygNyuk7Hn943cwXoz